🎇 Syair Cinta Sufi Kepada Allah
Sifat Tuhan Yang Maha Memiliki menyeru, “Siapa engkau? Engkau tidak memiliki petunjuk tentang kebenaran yang tersembunyi!” Jika Dia harus membalikkan jubahmu ke dalam, Dia akan mengangkat gunung dari dasarnya tanpa keraguan, Dia akan menyingkap seratus Adam kemudian dan menyebabkan Setan yang terkutuk untuk dilahirkan kembali: Adam berkata, “Sekarang aku bertobat untuk pandangan itu, aku
Al-Kalabazi membagi mahabbah ini kepada dua macam, yaitu (1) cinta yang hanya dalam pengakuan saja, dan (2) cinta yang dihayati dan diresapi dalam hati keluar dari lubuk hati. Cinta yang pertama ada pada setiap manusia, sedang cinta yang kedua ditujukan hanya kepada Allah. Cinta yang seperti inilah yang dianut dan diamalkan oleh kaum sufi. Pos
Jalaludin Rumi, sebuah nama yang tidak asing lagi dalam dunia kesufian Islam. Namanya bukan hanya mekar di dunia Islam malah turut dikenali di dunia barat. Kata-katanya sering dipetik apabila ingin menggambarkan hikmah kehidupan yang mendalam. "Engkau dilahirkan dengan sayap, mengapa memilih untuk merangkak sepanjang hidup" "Jangan bersedih, apa pun yang hilang darimu akan kembali dalam
Puisi-puisi sufi rabiah al adawiyah. I. Alangkah sedihnya perasaan dimabuk cinta. Hatinya menggelepar menahan dahaga rindu. Cinta digenggam walau apapun terjadi. Tatkala terputus, ia sambung seperti mula. Lika-liku cinta, terkadang bertemu surga. Menikmati pertemuan indah dan abadi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Syair dan puisi dari Sufi asal Iran, Jalaluddin Rumi, merupakan bait-bait cinta kepada Allah SWT. Membaca karya-karyanya tak hanya menenteramkan jiwa, namun juga mengajak siapapun mendekat kepada Allah dan kebaikan. Jalaluddin Rumi dikenal dari beragam karyanya. Salah satu masterpiece dari karyanya adalah kitab
Puisi-puisi Sufi Rabi’ah al-Adawiyah. I. Alangkah sedihnya perasaan dimabuk cinta. Hatinya menggelepar menahan dahaga rindu. Cinta digenggam walau apapun terjadi. Tatkala terputus, ia sambung seperti mula. Lika-liku cinta, terkadang bertemu surga. Menikmati pertemuan indah dan abadi.
Setiap dada tanpa Sang Kekasih adalah badan tanpa kepala. Puisi Rumi adalah ekspresi mengenai kekerdilan manusia tanpa Allah SWT. Kehampaan manusia apabila berjalan tanpa Allah dalam laku hidupnya. Kesepian, begitu Rumi kerap menulis, bagi hati dan jiwa yang ditinggal cahaya cinta. Rumi mengakui bahwa cinta tak pernah bisa selesai diulas.
Karena itu Rumi memandang dari aspek kesejatiannya bukan dari kulit luarnya. Gagasannya tentang cinta kepada Allah, yang sangat mendominasi pikiran dan puisinya, sering diungkapkan dalam cara di luar syariat, yaitu dengan membentuk sebuah tarian yang disebut “para darwis yang menari” – the whirling dervishes. Dan dengan tarian mistiknya
Tampilnya Rabi‘ah al-Adawiyah dalam sejarah Islam memberikan citra tersendiri dalam menyetarakan gender pada dataran spritual Islam. Buku ini berisikan ajaran-ajaran Rabi’ah tentang tobat, ajaran kesabaran, ajaran bersyukur, ajaran mengharap ridha Allah, ajaran rasa takut kepada Allah, ajaran kerelaan hati, ajaran cinta akhirat dan tidak terlalu mementingkan dunia, ajaran tauhid, ajaran
.
syair cinta sufi kepada allah